SMK Taruna Penerbangan Medan

Pembinaan Keagamaan di Asrama SMK TTN Medan

SMK Taruna Tekno Nusantara sebagai sekolah dengan basis taruna dan penerbangan unggul di kota Medan selalu konsisten memberikan pembinaan kepada para peserta didik.

Bukan hanya bidang akademis dan jasmani, pembinaan juga dilakukan untuk membekali taruna/i secara rohani melalui pembinaan keagamaan yang dilakukan rutin.

Arti pendidikan menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1, berbunyi:

“Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.

Dari pengertian pendidikan tersebut, pendidikan seharusnya mampu membawa perubahan bagi pesera didik baik dalam keagamaan, kecerdasan hidup bersosial bahkan kecerdasan intelektual.

Karena pendidikan di sekolah saja tidak cukup membuat remaja sebagai peserta didik menyadari esensi dari pendidikan yang ditempuh selama ini.

Pendidikan yang seharusnya dapat dijadikan dasar berperilaku sesuai dengan norma yang ada di masyarakat.

Remaja melaksanakan pendidikan hanya sebatas pergi ke sekolah dan kemudian pulang ke rumah saja, sedangkan dalam praktik kehidupan sehari-hari tidak sejalan dengan ilmu yang diperoleh di sekolah.

Sehingga banyak remaja yang berprilaku tidak sesuai dengan nilai dan norma agama serta norma hukum yang berlaku.

Asrama merupakan bagian dari lembaga pendidikan non-formal yang dapat mencetak peserta didik menjadi manusia berakhlak mulia serta memiliki intelektual tinggi.

Asrama merupakan sebuah lingkungan pendidikan yang dibina sesuai dengan tujuannya dalam membantu perkembangan kepribadian anak.

Pembinaan Keagamaan di SMK Taruna Berbasis Penerbangan di Medan

Pelaksanaan Program Pembinaan Keagamaan di SMK Taruna Tekno Nusantara dilaksanakan dengan 3 (tiga) cara, yaitu:

1) Program Pembinaan Keagamaan:

Dilakukan pembina asrama dengan taruna/i, dimana pembina asrama bertugas membimbing dan mengarahkan taruna/i sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam hal ini, secara rutin taruna/i mendapatkan pengetahuan keagamaan dari pembimbing (ustadz “muslim” dan pendeta “nasrani”) yang dihadirkan langsung ke asrama 2 (dua) kali seminggu. Dan waktunya disesuaikan dengan dengan kegiatan asrama “terjadwal”,

2) Fasilitas dalam Pelaksaan Program Pembinaan Keagamaan

Adapun fasilitas yang diberikan oleh pihak asrama sebagai penunjang proses pembinaan keagamaan taruna/i di asrama antara lain tempat dan infokus.

3) Pengawasan Program Pembinaan Keagamaan

Pengawasan pelaksanaan program pembinaan keagamaan di asrama bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara pelaksanaan dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam perencanaan.

Hasil dari Program Pembinaan Keagamaan taruna/i di asrama berupa evaluasi yang dilakukan oleh pihak asrama terhadap taruna/i yang dijadikan alat ukur keberhasilan pembinaan keagamaan, antara lain dengan bentuk lisan dan perbuatan yang selanjutnya akan dituangkan dalam bentuk rapor asrama.

Adanya program pembinaan keagamaan ini akan mendukung visi dan misi sekolah, yaitu: mencetak generasi prestatif, mandiri, berakhlak dan berkarakter pemimpin.