Kunjungan SMK Taruna Tekno Nusantara (SMK TTN) Medan ke Bandara Kualanamu 2017


Studi Observasi ke Bandara Kualanamu

Sebagai bagian dari Program SMK TTN (Taruna Tekno Nusantara) Medan untuk mendukung pembelajaran di bidang Penerbangan, maka pada hari Rabu, 18 Oktober 2017 taruna dan taruni kelas 10 melakukan kunjungan ke Bandara Kualanamu Medan. Kegiatan ini di lakukan oleh para Taruna Taruni setiap tahunnya.

Bandar Udara Internasional Kualanamu adalah sebuah bandar udara Internasional yang melayani Kota Medan, Sumatera Utara. Bandara ini terletak di Kabupaten Deli Serdang atau 26 km arah timur dari pusat kota Medan. Bandara ini adalah bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Lokasi bandara ini merupakan bekas areal perkebunan PT Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa yang terletak di Beringin, Deli Serdang, Sumatera Utara. Pembangunan bandara ini merupakan bagian dari MP3EI, untuk menggantikan Bandar Udara InternasionalPolonia yang telah berusia lebih dari 85 tahun. Bandara Kualanamu diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatera dan sekitarnya. Bandara ini mulai beroperasi sejak 25 Juli 2013 meskipun ada fasilitas yang belum sepenuhnya selesai dikerjakan.

Mengapa dinamakan Kualanamu ?

Dinamakan Bandara Kualanamu ternyata buah hasil pemikiran dari masyarakat tanah Karo. Landasan pemikiran mengapa masyarakat Karo mendukung nama bandara baru di Deli Serdang menjadi Bandara Kualanamu, dimana kedua landasan pemikiran tersebut pernah juga dikemukakan oleh para tokoh masyarakat, diantaranya adalah Malem Ukur Ginting dan Dr.H.Azhari Akmal Tarigan.

1. Kuala dalam bahasa Melayu adalah muara sungai atau pertemuan sungai dengan laut. Namo atau Namu berarti lubuk dalam bahasa Karo (namo bagi Karo gugung/gunung, namu bagi Karo jahe termasuk Karo Langkat). Dalam kenyataan setiap kuala sekaligus juga adalah namo (lubuk) karena disitu aliran sungai telah jadi tenang dan dalam sebagaimana lubuk pada umumnya. Kuala Namo atau Kuala Namu merupakan kombinasi bahasa dua suku asli Sumtim. Nama ini sesuai dari segi bahasa dua etnis asli penduduk daerah. (Malem Ukur Ginting, Swedia)

2. Siapa yang akan merobah nama “Kuala Namu International Airport”? Bukankah nama itu akan mengimbangi nama “Kuala Lumpur International Airport” yang terletak diseberang Selat Malaka itu? Disini KNIA disana KLIA. Bedanya antara “lumpur” dan “namu”. Apa arti “namu”? Dalam bahasa Karo, arti namu “tempat pertemuan” (ternyata pas sekali). Kuala namu adalah kuala tempat bertemu. (Dr.H.Azhari Akmal Tarigan)

Taruna Taruni SMK Penerbangan
Taruna/i SMK TTN Penerbangan Medan di dampingi Pembina Ketarunaan
SMK TTN PENERBANGAN MEDAN
Pembina Ketarunaan memberikan pengarahan kepada Taruna/i di dampingi Kepala Sekolah SMK TTN Medan

Mengapa SMK Taruna Tekno Nusantara Medan memilih visit ke Bandara Kualanamu?

Bandara Udara Internasional Kualanamu menjadi tempat pilihan terbaik bagi para Taruna Taruni untuk melakukan visit sebagai salah satu jadwal wajib yang diikuti para Taruna Taruni untuk mendapatkan pengetahuan seputar bandara.  Bandara Internasional Kualanamu dirancang untuk melayani 9 Juta penumpang dan 70.461 pergerakan pesawat setiap tahunnya. Di bangun di area seluas 1.365 Ha dengan luas terminal mencapai 118.930 m2. Sebagai pintu gerbang utama ke provinsi Sumatera Utarabagi dunia Internasional, infrastruktur dan pelayanan maksimal menjadi harga mati bagi Bandara Internasional Kualanamu. Landasan pacu (runway) sepanjang3.750 x 60 meter, mampu melayani pesawat dengan berbadan besar sekelas Airbus A380 dan Boeing 777-300 ER yang mengangkut lebih dari 525 penumpang. Area Apron mampu menangani hingga 33 pesawat parkir yang juga dilengkapi dengan 8 garbarata. Kualanamu menjadi  Bandara yang pertama kalinya di Indonesia yang menggunakan Baggage Handling System, yang mana sistem ini akan secara otomatis menyortir bagasi penumpang sesuai tag-nya menuju destinasi dari bagasi tersebut. Kualanamu juga yang pertama kalinya menjadi Bandara yang terintegrasi dengan Kereta api Airport Railink Service menuju pusat Kota Medan, dan yang pertama kalinya menerapkan sistem Check in terbuka di bandar udara Indonesia.

Para Taruna Taruni SMK Taruna Tekno Nusantara banyak di bekali ilmu dari berbagai aspek dan di ajak untuk mengelilingi bandara terbesar kedua di Indonesia. Kegiatan ini didampingi oleh Kepala Sekolah (Bapak Khuwailid, S.Pd.I) beserta para Pendidik SMK TTN Medan, Para Pembina Ketarunaan SMK TTN Medan dan pihak Angkasa Pura II. “Kegiatan ini adalah sebuah aplikasi mendasar dari pembelajaran berjenis outdoor yang sebelumnya telah didapatkan para Taruna Taruni disekolah dengan materi Penerbangan” ujar Bapak Khuwailid, S.Pd.I selaku Kepala Sekolah SMK Taruna Tekno Nusantara Medan. SMK Taruna Tekno Nusantara Medan menyediakan Program Pembelajaran BSP (Basic Skill Penerbangan) atau Aviation/Ilmu Penerbangan. Aviation Knowladge merupakan pengetahuan tentang penerbangan yang meliputi reservasi ticketing, penanganan penumpang (pax handling).

Perlu kita pelajari sebagai pelaku langsung di sebuah kawasan Bandar Udara karena sangat penting sebagai bekal diri sehingga nantinya akan sangat membantu kerja Taruna Taruni di lapangan. Ini akan menjadi kesempatan besar bagi para Taruna Taruni untuk mendapatkan banyak ilmu tentang penerbangan. Ini akan membuka peluang besar bagi para Taruna Taruni yang memiliki cita cita menjadi Pilot, Pramugara/i, ATC dan lain lain.

Jadi, masih ragu untuk bergabung ke SMK Taruna Tekno Nusantara Medan?

Incoming search terms:

  • kepala sekolah smk taruna tekno nusantara
  • syarat menjaadi pramugari di bandara kuala namo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *